Rabu, 03 Maret 2010

Kakashi Hatake

Profil

Umur: 29
Tanggal lahir : 15 September
Desa : Konohagakure
Golongan darah : -
Warna mata : putih kanan sharingan kiri
Warna rambut : putih
Tinggi : - cm
Berat : - kg
Rekan : Naruto Uzumaki, Uchiha Sasuke, Yamato, dll.

Informasi
Tingkatan : Jounin

Jutsu/Kekkei genkai
Kage Bunshin no Jutsu, Chidori/Raikiri, Mizubunshin no Jutsu, Sharingan, Kakashi Special Mangekyou Sharingan,Doton Tsuiga no Jutsu, Suiton Daibakufu no Jutsu, Suiton Suiryuudan no Jutsu,Kanashibari no Jutsu

Karakteristik
Kakashi dicirikan dengan matanya sayu, rambut yang berwarna putih, sebelah matanya ditutupi pelindung kepala konoha, dan selalu membawa buku novel dewasa "Icha-Icha Paradise", dan menurut Sakura, Kakashi ini selalu memasang wajah tidak bersemangat sehingga ia terlihat tidak memilikki wibawa. Hal unik yang dimiliki Kakashi adalah mulutnya yang tidak pernah diperlihatkan. Kelakuannya yang paling menjengkelkan bagi Naruto dan kawan-kawannya ialah kebiasaan Kakashi yang jarang datang tepat waktu (telat 3 jam sampai 12 jam) dengan alasan konyol seperti "aku tersesat di jalan bernama kehidupan," ataupun "di jalan aku bertemu wanita tua,". Dibalik itu semua, dia memiliki masa lalu yang pahit. Dia juga pandai merangkai kata. Salah satu kalimat yang paling berkesan adalah: "ninja yang melanggar aturan disebut sampah, tetapi ninja yang tidak memperdulikan temannya lebih rendah dari sampah". Dia sering mengucapkan ini karena dia telah disadarkan oleh temannya yg mati di dalam misi, obito uchiha. Sebelumnya, dia adalah orang yg sangat mementingkan aturan.

Kemampuan
Kakashi dikenal luas sebagai ninja peniru. Kemampuan ini didapatnya dari sharingan yang ada di mata kirinya. Mata ini bisa membaca gerakan sampai tiga detik sebelum kejadian. Bisa juga sebagai media Doujutsu atau jutsu menggunakan mata. Kabarnya kakashi meniru 1000 jurus musuh dengan kemampuan ini. Dia juga memiliki kemampuan untuk manipulasi chakra, sebagai contohnya, dengan mengumpulkan chakra di tangannya, dia mampu membuat tangannya dialiri chakra yang berbentuk seperti petir untuk menyerang musuhnya. Teknik ini biasa disebut Chidori atau Raikiri. Chidori berarti "kicauan 1000 burung" karena bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh jutsu ini mirip seperti kicauan burung (sering dituliskan dengan kata "ckit.. ckit.."). Sedangkan raikiri berarti pemotong petir, karena konon Kakashi mampu memotong petir dengan jutsu ini. Belakangan, dia juga berhasil mengaktifkan mangekyou sharingan, yang digunakannya untuk melempar tangan deidara dan ledakan jutsu deidara ke dunia lain.

Part I - Desa kabut
Misi pertama tim 7 yang membahayakan. Kakashi dan anggota tim lainnya diberi tugas mengawal Tazuna, seorang arsitek yang sedang membangun jembatan raksasa. Ternyata misi tidak berjalan sesuai rencana. Dua ninja pelarian dari Kirigakure menyerang rombongan tim 7. Keadaan ini berhasil diatasi dengan kecerdikan Kakashi yang melihat adanya genangan air padahal sedang musim panas; ia kemudian menyadari bahwa air tersebut merupakan bentuk penyamaran dari musuh. Level misi lalu dinaikkan menjadi level A, karena berhadapan dengan ninja level chuunin keatas. Di dorong rasa keadilan, mereka meneruskan perjalanan. Kali ini mereka dihadang ninja pelarian yang terkenal, Zabuza momochi. Kakashi dan Zabuza beradu jurus dan pertarungan sengit tak terelakkan. Ketika Zabuza akhirnya terdesak, dia dibunuh Oinin dari Kirigakure dan mayatnya dibawa pergi untuk dimusnahkan. Mereka lalu melanjutkan perjalanan untuk mengantar dan melindungi Tazuna.
Kakashi yang merasa tidak tenang memberikan latihan pengontrolan chakra pada anak didiknya. Setelah kakashi sembuh, Tazuna lalu meneruskan pekerjaan pembuatan jembatan. Tanpa diduga, Zabusa ternyata masih hidup dan Oinin yang membunuhnya waktu itu adalah temannya yang bernama Haku. Zabusa yang sudah mengetahui kelemahan sharingan menjadi makin sulit dihadapi. Haku sendiri bertarung dengan Sasuke dan Naruto. Kakashi balik terdesak dan terluka. Dia lalu menggunakan kuchiyose, untuk memburu dan menangkap Zabusa melalui baunya. Ketika kakashi akan membunuh Zabusa dengan Chidori, Haku datang dan menjadi tumbal agar Zabuza tidak mati. Kakashi yang marah karena kelakuan Zabusa, mengamuk dan melumpuhkan kedua tangannya. Diluar dugaan, Gato datang dan membawa ratusan anak buah untuk membunuh Zabuza. Zabuza yang sudah kehilangan Haku, teman yang amat disayanginya, melakukan tindakan bunuh diri dengan menerjang Gato sendirian hanya dengan membawa sebilah kunai. Ketika sudah sampai ajalnya, dia menyampaikan keinginannya untuk dibaringkan di dekat mayat Haku. Hujan salju dan airmata mengantar kematian mereka di musim panas.

Ujian Chuunin
Ketika ujian chuunin tiba, Kakashi merekomendasikan seluruh anggota timnya (Naruto Uzumaki, Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno) untuk mengikuti ujian ini. Iruka yang merasa sangsi dengan kemampuan Naruto memprotesnya, protes ini ditanggapi oleh Kakashi dengan mengatakan bahwa dirinya lebih mengenal mereka daripada Iruka. Ujian dilaksanakan, dan ditengah-tengah ujian babak ke-2, tim 7 diserang Orochimaru yang berhasil menyusup masuk ke Konohagakure. Orochimaru tidak membunuh mereka, ia hanya berniat menjadikan Sasuke sebagai anak buahnya dan berjanji akan memberinya kekuatan. Orochimaru kemudian menyerang Sasuke dengan segel gaib yang membuat Sasuke menderita kesakitan, kemudian memaksa Sasuke untuk menghilangkan rasa sakit dan mengubahnya menjadi kekuatan dengan mendatanginya suatu hari nanti.
Setelah lolos dari ujian babak ke-2, Kakashi memberi pengobatan kepada Sasuke yang terkena segel gaib. Setelah melakukan penyegelan, Orochimaru tiba-tiba datang dan menunjukkan niatnya kepada Kakashi, untuk menjadikan Sasuke sebagai anak buahnya.
Ketika ujian memasuki babak utama, tanpa diduga-duga desa Suna dan Oto menyerang Konoha. Kakashi lalu menghabisi para penyerang lalu memerintahkan Sakura, Shikamaru, Naruto dan Pakkun untuk mengejar Sasuke.

Pencarian Tsunade
Setelah insiden ujian chuunin reda, Kakashi bersantai-santai di Konoha. Ketika akan membeli dango, dia menemui orang mencurigakan di kedai tersebut. Ternyata mereka adalah ninja buruan kelas S yang tergabung dalam organisasi Akatsuki. Mereka yang mengincar Kyuubi dalam tubuh Naruto. Pertarungan lalu tak terelakkan. Akhirnya mereka berhasil dihalau, dan Kakashi terluka parah. Sementara itu, Jiraiya dan Naruto mencari Tsunade.

Kakashi Gaiden
Kakashi gaiden menceritakan masa lalu kakashi dan bagaimana dia mendapatkan sharingan yang hanya dimiliki klan uchiha.

Part II - Penyelamatan Gaara
Setelah dua setengah tahun berlalu, Naruto kemudian kembali ke Konoha. Kakashi kembali menguji Sakura dan Naruto untuk masuk ke tim 7 kembali. Ujiannya sama seperti 2 tahun lalu, yaitu mengambil kerincing dari tangan kakashi. Walaupun berusaha keras, kakashi dengan kekuatan penuh masih bukan tandingan mereka berdua. Tetapi naruto dengan "cerdik" berhasil mendapatkan kedua kerincing tersebut. Karena mereka berhasil mendapatkannya, mereka diterima kembali di tim 7.
Mereka lalu diberi misi oleh Tsunade untuk memberi bantuan kepada desa Suna. Disana malah salah dikenali sebagai "Konoha White Fang", ayahnya, karena kemiripannya dengan Kakashi. Setelah mendengar semuanya, mereka bergegas menolong Gaara yang ditangkap. Kakashi kemudian bertemu dengan Itachi untuk yang kedua kalinya. Kakashi bertarung sengit, dibantu Naruto. Setelah dia terkena Tsuyokomi, ternyata tidak mempan, dan Itachi menyadari bahwa Kakashi telah menguasai mangekyou sharingan, sama seperti dirinya. Ternyata, itu bukan itachi yang asli melainkan tubuh bayangan itachi. Setelah sampai di tempat persembunyian, ternyata gaara malah dibawa lari oleh Deidara. Kakashi mengejarnya bersama Naruto. Dia lalu menggunakan mangekyou sharingan untuk "memindahkan" deidara ke dimensi lain, tetapi meleset dan hanya mengenai tangannya. Deidara yang terdesak berhasil dipukul jatuh oleh naruto. Setelah keadaan makin genting, deidara menggunakan jutsu bunuh diri dan meledakkan daerah sekitarnya. Tetapi bisa dipindahkan oleh kakashi ke dimensi lain dan gagal melukai orang-orang disekitarnya.

Konfrontasi Akatsuki
Kakashi yang terbaring di rumah sakit mengatakan pada Naruto kalau dia bisa membuat Naruto menjadi lebih kuat dari dirinya dengan latihan yang akan diberikan olehnya. Naruto lalu dibawa ke suatu tempat bersama Yamato. Kakashi lalu menjelaskan tentang elemen dasar dalam dunia Naruto. Dan setelah melalui tes kecil, Naruto ternyata memiliki elemen angin. Kakashi lalu memberi latihan pada Naruto untuk memanipulasi chakra. Dia diberi latihan yang bertujuan menyempurnakan Rasengan yang diciptakan oleh Hokage ke 4. Sementara Naruto berkutat dengan latihannya, Shikamaru dan Asuma bertarung melawan Hidan dan Kakuzu.
Shikamaru yang kalut berniat melawan kembali Hidan dan Kakuzu setelah sempat tertunda karena mereka keburu dipanggil oleh ketua Akatsuki. Shikamaru dicegah oleh Tsunade karena alasan kekuatan tempur yang tidak mencukupi untuk mengejar mereka. Kakashi datang dan menawarkan diri membantu Shikamaru membalaskan kematian Asuma. Tim Kakashi, Shikamaru, Ino, dan Choji berangkat menuju hutan milik keluarga Nara, keluarga Shikamaru. Mereka lalu bertemu dan terjadi pertarungan brutal. Shikamaru lalu memancing Hidan untuk mengikutinya dan bertarung satu lawan satu. Sisanya bertarung melawan Kakuzu. Kakuzu sempat terkena Chidori milik Kakashi. Ternyata dia bisa menumbuhkan kembali bagian tubuhnya dengan benang-benang yang ada di seluruh tubuhnya. Dia juga mempunyai beberapa nyawa tergantung seberaapa banyak dia membawa jantung saat itu. Kakuzu lalu beradu jurus dengan Kakashi. Ditengah pertarungan, Kakuzu terkena jurus kutukan yang salah sasaran dari Hidan dan membuatnya kehilangan satu nyawa.
Kakashi lalu terdesak karena Kakuzu bisa menembakkan jutsu-jutsu berkekuatan besar. Ketika jantung Ino, Chouji dan Kakashi hampir diambil, Yamato datang menolong. Dia dan Naruto menggabungkan elemen air dan angin yang menciptakan badai besar untuk memblok jurus milik Kakuzu. Naruto lalu mengatakan untuk membunuhnya sendirian untuk membuktikan bahwa dia bukanlah Naruto lemah yang dulu. Dia membuktikan ucapannya walaupun dengan tangan yang hampir cacat karena menghabisi Kakuzu dengan menggunakan Rasenshuriken terus menerus.

Naruto Uzumaki

Profil

Umur : 12-13 (Sebelum Time Jump) 15 (Sesudah Time Jump)
Tanggal lahir : 10 Oktober
Desa : Konohagakure (Desa Daun Tersembunyi)
Golongan darah : B
Warna mata : Biru
Warna rambut : Pirang
Tinggi : 147,5 cm
Berat : 40,6 kg
Rekan : Hatake Kakashi, Haruno Sakura, Uchiha Sasuke

Informasi
Tingkatan : Genin

Jutsu/Kekkei genkai
Jurus Seksi (Oiroke no Kutsu (Sexy no Kutsu))
Serangan Shuriken Segala Arah (Naruto Ninpocho, Shihou Hapou Shuriken no Maki)
Derita Seribu Tahun(Sennen Goroshi)
Jurus Harem (Harem no Jutsu)
Uzumaki Naruto 2000 Kombo (Uzumaki Naruto Nisen Rendan)
Amukan Naruto Uzumaki(Uzumaki Naruto Rendan)
Kloning Bayangan(Kage Bunshin no Jutsu)
Rasengan (Rasengan)
Tehnik Panggilan (Kuchiyose No Jutsu)

Karakteristik
Naruto adalah ninja heboh nomor 1 di desa Konoha. Dia adalah orang yang ceria, hiperaktif, kikuk, sedikit bodoh, dan sangat ambisius dalam meraih cita-citanya untuk menjadi Hokage, gelar untuk pemimpin Desa Konoha.
Naruto kurang memiliki kecakapan dalam bertarung. Dia juga sebenarnya tidak memiliki bakat ninja sama sekali. Dia adalah seorang pemarah yang menyerang musuh tanpa pemikiran. Namun seiring dengan perjalanan yang dilaluinya, dia mulai mendapatkan pengalaman-pengalaman yang memberikannya pengetahuan tentang taktik serta tehnik bertempur yang baik. Naruto juga memiliki Chakra dengan jumlah yang sangat banyak dalam tubuhnya, terutama setelah dia mempelajari bagaimana cara mengontrol chakra Kyuubi, makhluk berkekuatan besar yang bersemayam di tubuhnya.


Latar Belakang
Nama Ibu: Uzumaki Kushina, dari Uzumakigakure(Negeri Pusaran Air), dengan karakteristik cantik, tomboy, dan berambut merah.
Nama Ayah: Namikaze Minato, dari Konoha, alias Hokage ke-4.
Dua belas tahun sebelum Naruto lulus dari akademi ninja, monster yang berbentuk rubah berekor sembilan, Kyuubi, meneror desa Konohagakure. Hokage ke-4 yang saat itu memimpin desa, mengurung dan menyegel si Rubah ekor sembilan ke dalam tubuh Naruto. Tapi sayangnya, Hokage ke-4 tewas dalam ritual penyegelan itu.
Dengan penyegelan yang dilakukannya, Hokage ke-4 berharap Naruto akan dipandang sebagai seorang pahlawan, yang terpaksa ditumbalkan untuk mengurung monster itu. Tapi sayangnya hal itu tidak terjadi. Banyak penduduk Konohagakure beranggapan bahwa Naruto tak lebih dari bocah setan pewaris darah rubah ekor sembilan yang pernah menyerang mereka, sehingga mereka membenci dan menjauhinya.

Masa Kecil
Semasa kecilnya Naruto hidup dalam kesendirian. Dia tumbuh tanpa kasih sayang orang tua dan perhatian orang di sekitarnya; dia dijauhi. Karenanya, ia berusaha untuk mencari perhatian orang-orang disekitarnya, dengan berbuat jahil misalnya. Dia berusaha agar dirinya diperhatikan, agar keberadaannya diakui, dia tak segan-segan mengorbankan segalanya untuk itu.
Karena terus menerus dijauhi, Naruto berjanji untuk mewujudkan mimpinya menjadi Hokage, gelar untuk pemimpin di desanya. Sebuah mimpi yang sangat sulit untuk diwujudkannya, terutama karena tak ada satu orang pun yang membantu dan mendukungnya untuk mewujudkan mimpinya, sampai ia bertemu dengan guru Iruka.
Guru Iruka sendiri memiliki masa kecil yang mirip dengan Naruto, kedua orangtuanya tewas dalam pertarungan melawan Kyuubi, yang sekarang bersemayam di tubuh Naruto. Hal ini membuat Iruka mengerti penderitaan yang dialami Naruto. Ia selalu berusaha membuat Naruto senang dan melupakan kesedihannya. Iruka adalah orang pertama yang mau mengakui keberadaan Naruto. Jika bukan karenanya, mungkin Naruto tidak akan pernah menjadi ninja seperti sekarang.

{mosimage}

Kemampuan
Kemampuan Naruto pada awal cerita hanyalah jurus mesum tak berguna bernama Oiroke no Jutsu yang bahkan Hokage sekalipun tak bisa "menahannya". Tetapi, dia lalu bisa menggunakan kagebunshin no jutsu setelah mencuri gulungan rahasia dari hokage. Padahal dia tidak bisa menggunakan Bunshin no jutsu sekalipun dan hasilnya selalu gagal. Di akhir part 1, Naruto berhasil menggunakan jutsu-jutsu dasar dan jutsu baru bernama Rasengan. Yaitu jutsu supersulit yang memutar dan memadatkan chakra dan memukulkannya ke musuh/target. Dia juga membuat variasi Rasengan yaitu Oodama Rasengan yang menggunakan 2 kagebunshin untuk menembakkan jutsu tersebut ke tubuh target. Naruto juga bisa menggunakan Kuchiyose dengan Katak. Dia juga mengembangkan taijutsu miliknya sendiri yaitu Naruto Uzumaki Nisen rendan no maki atau "gulungan amukan 2000 uzumaki naruto" yang menggunakan teknik kagebunshin. Di cerita sekarang, Naruto diajarkan untuk memanipulasi chakra angin miliknya untuk menyempurnakan jutsu andalannya, Rasengan. Akhirnya, di chapter 337 naruto berhasil menyempurnakan rasengannya dan menyelamatkan tim kakashi dari marabahaya.


Part I - Desa Nami
Dalam misi-misi awalnya sebagai shinobi, Naruto bersama dengan Sakura, Sasuke, dan Kakashi ditugaskan untuk mengawal Tazuna, seorang arsitek jembatan, ke negara Nami. Tetapi di tengah jalan mereka diserang oleh dua shinobi. Meskipun Shinobi tersebut berhasil mereka kalahkan, Kakashi, guru pembimbing Naruto, merasa bahwa tugas yang mereka emban terlalu berat dan tidak cocok dengan kemampuan anak didiknya. Namun didorong rasa keadilan, mereka tetap meneruskan perjalanan dengan risiko besar.
Ternyata bukan hanya mereka saja ninja yang diutus oleh Gatou, seorang mafia. Mereka juga bertemu dengan Zabuza dan Haku, dua ninja pelarian yang berbahaya dari desa Kabut. Tim 7 lalu bertarung melawan Zabusa. Dia dihadapi oleh Kakashi yang meniru semua jurus yang dikeluarkannya. Akhirnya Zabusa tumbang oleh jarum Haku, yang digtujukan untuk memalsukan kematiannya. Haku lalu membawa pergi tubuh Zabusa menjauh. Kakashi dan timnya lalu sampai ke rumah Tazuna. Mereka bertemu dengan cucunya yang tidak menyukai Naruto. Sementara menunggu Kakashi memulihkan cederanya, Naruto, Sasuke dan Sakura diajari cara mengendalikan dan menyalurkan chakra mereka. Mereka harus bisa memanjat pohon tanpa menggunakan tangan. Ketika setengah sadar akbiat latihan, dia bertemu Haku yang sedang mencari obat untuk Zabusa. Dia mengatakan pada Naruto kalau kekuatan diri sebenarnya akan keluar jika melindungi orang terpenting bagi diri mereka.
Akhirnya hari pekerjaan jembatan dimulai lagi, tetapi mereka dikejutkan dengan kehadiran Haku dan Zabusa yang tanpa basa-basi menyerang mereka. Pertarungan berlangsung alot. Naruto yang ketiduran akibat latihan terlambat ke jembatan dan membantu cucu Tazuna ditengah perjalanannya dari gangguan bandit sewaan Gatou. naruto datang ke jembatan dan masuk perangkap cermin es Haku. Dia menjadi murka karena menyangka Sasuke tewas dan membuka kekuatan siluman rubah didalam dirinya. Dia menghajar Haku tanpa ampun. Tetapi yang bersangkutan malah merelakan dirinya untuk dibunuh oleh Kakashi untuk melindungi Zabusa. Tanpa diduga Gatou membawa banyak anakbuahnya untuk menghabisi mereka semua, termasuk Zabusa. Zabusa yang marah dan sedih meminta kunai ke Kakashi dan merangsek maju ke arah Gatou, lalu memenggal kepalanya. Dia meninggal disamping Haku, lalu turunlah salju mengiringi kepergian mereka.

Ujian Chuunin
Beberapa waktu setelah kejadian di desa Nami, Konohagakure menyelenggarakan ujian untuk para Genin untuk naik tingkat menjadi Chuunin, sekelas pemimpin tim. Naruto yang sedang bercengkrama dengan Konohamaru dikejutkan dengan kemunculan Temari dan Kankuro. Mereka lalu ditenangkan oleh Gaara yang datang hampir bersamaan dengan Sasuke.
Kakashi merekomendasikan seluruh timnya mengikuti ujian. Maka ketika ujian akan dimulai, tiba-tiba Sasuke ditantang oleh Rock Lee untuk bertarung. Tetapi Sasuke kalah karena perbedaan kemampuan fisik. Ujian tertulispun dimulai, Naruto yang paling lemah dalam hal ini kebingungan setengah mati. Dia ditawari jawaban oleh Hinata, tetapi menolak karena dia merasa ingin mengerjakan sendiri. Pertanyaan terakhir yang diberi penguji, dijawab dengan polos dan keras oleh Naruto, yang tanpa diangka meloloskan semua yang ada di ruangan tersebut ke babak selanjutnya. Babak survival di hutan terlarang dilangsungkan dibawah pengawasan Anko, seorang Jounin wanita. Naruto dkk. lalu memasuki hutan tersebut dan berusaha mendapatkan sebanyak mungkin gulungan. Tetapi mereka bertemu dengan Orochimaru (Naruto) yang menyamar. Tim 7 yang masih hijau bukanlah tandingan Orochimaru. Mereka semua lalu terkapar, dan hanya Sakura yang masih agak segar untuk merawat kedua rekannya. Babak kedua dilalui dengan susah payah.
babak ketiga adalah pertarungan satu lawan satu. Naruto melawan Kiba, seorang ninja yang menggunakan anjing sebagai rekan bertarung. Naruto menunjukkan jurus kagebunshin yang mengejutkan semua orang. Dia bahkan bisa menipu Kiba dengan jurus perubahan bentuk. Akhirnya Naruto mengakhiri pertarungan dengan menggunakan Uzumaki Naruto Rendan (Amukan Uzumaki Naruto). Setelah itu dia ingin dilatih oleh Kakashi. Tetapi Kakashi malah meminta Ebisu, seorang ninja pembimbing melatih Naruto. Dia mengajari Naruto berjalan diatas air. Naruto terus gagal dan melihat Jiraiya sedang mengintip wanita. Dia lalu membekuk ebisu menggunakan katak panggilan. Naruto yang kesal meminta Jiraiya bertanggung jawab dan melatihnya.
Jiraiya menyanggupinya, dia lalu meminta Naruto mengangkat tangannya. Dia lalu membuka segel yang dipasang Orochimaru di tubuh Naruto. Ini membuatnya lebih rileks dan mudah mengontrol chakranya. Dia lalu diajari memanggil hewan panggilan. Naruto tanpa sengaja bisa memanggil Gamabunt, seekor raja katak raksasa yang berpenampilan sepeti Yakuza. Babak utama dilangsungkan dan Naruto diundi melawan Neji Hyuga, jenius dari klan Hyuga. Naruto awalnya kepayahan melawan teknik tinggi Neji. Dia kehabisan chakra di tengah pertarungan, tetapi dia berhasil meminjam sedikit kekuatan siluman rubah dan berhasil mengalahkan Neji setelah mengadu kekuatan dengan jurus kaiten(pusaran) milik Neji. Tanpa disangka desa Suna berkhianat dan menginvasi Konoha. Naruto diberi tugas untuk mengejar Sasuke dan Gaara. Sasuke yang sudah babak belur dihajar Gaara ditolong oleh Naruto. Naruto berhasil memaksa Gaara mengeluarkan Shukaku miliknya. Naruto nyaris saja tewas digencet pasir, tetapi dia teringat kata-kata Haku dan bangkit. Naruto lalu memanggil Gamabunta dan melawan Shukaku. Akhirnya Shukaku bisa dikalahkan setelah Naruto memaksa Gaara bangun dari jurus tidurnya dengan menanduk kepalanya.

Pencarian Tsunade
Setelah ujian selesai, dan satu-satunya yang menjadi chuunin adalah Shikamaru, Naruto diajak Jiraiya mencari putri Tsunade, seorang ninja penyembuh legendaris. Sambil mencari ke berbagai kota, dia diajari jutsu super sulit bernama Rasengan. Akhirnya mereka bertemu Tsunade yang ternyata telah bertemu lebih dulu dengan Orochimaru. Lalu Tsunade ditantang oleh Naruto untuk bertarung dengan hasil kekalahan telak Naruto. Tsunade lalu menantang Naruto untuk menguasai rasengan dalam seminggu. Naruto lalu berlatih keras sampai membakar tangannya sendiri. Ketika hari perjanjian sudah tiba, ternyata Tsunade menemui Orochimaru dan melakukan transaksi rahasia. Jiraiya, Naruto dan Shizune yang mengetahui hal itu menyusul Tsunade. Akhirnya tsunade sadar dan berbalik melawan orochimaru dan kabuto. Pertarungan berlangsung sengit dan brutal. Masing-masin sennin mengeluarkan kuchiyose dan jutsu andalannya. Akhirnya Orochimaru dan Kabuto melarikan diri setelah Naruto berhasil memukul mundur Kabuto dengan rasengannya. Tsunade yang kalah taruhan memberikan kalungnya yang sangat mahal (konon, bisa membeli tiga buah gunung) kepada Naruto. Tsunade lalu menyanggupi tawaran Jiraiya untuk menjadi hokage ke-5.

Pengejaran Sasuke
Sasuke yang merasa tertinggal jauh oleh naruto, menyanggupi tawaran orochimaru untuk bergabung dengannya. Ditengah-tengah perjalanan, sasuke dicegat oleh sakura yang tetap tidak bisa mencegah sasuke untuk pergi. Kabar itu akhirnya sampai ke tsunade, dan memerintahkan tim shikamaru nara, choji akamitsu, kiba inuzuka, neji hyuuga, dan uzumaki naruto untukmengejar rombongan ninja desa oto. Mereka terlibat pertarungan satu lawan satu yang sengit. Akhirnya tinggalah naruto dan sasuke yang tersisa dan berhadapan satu sama lain di air terjun. Mereka bertarung mati-matian, dengan hasil kekalahan Sasuke. Sasuke yang babak belur lalu meneruskan perjalanannya sambil menyimpan dendam dan kebencian pada itachi, kakaknya. Naruto yang sudah pingsan ditemukan oleh kakashi dan dibawa ke rumah sakit. Setelah sembuh, naruto dijemput oleh Jiraiya untuk melatih dirinya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

{mosimage}

Part II
Setelah hampir 3 tahun, Naruto kembali ke Konoha dengan penampilan yang baru. Dia bertemu dengan para penduduk konoha yang sudah lama tidak ditemuinya. Kakashi lalu menemui Naruto dan Sakura untuk mengetes mereka, dan berakhir dengan kemenangan Naruto dan Sakura. Setelah tim kembali dibentuk mereka langsung mendapatkan misi mengejutkan, menyelamatkan Gaara dari tangan organisasi misterius bernama Akatsuki.

{mosimage}

Penyelamatan Gaara
Tim Kakashi yang mendapat misi penyelamatan Gaara langsung berangkat menuju Sunagakure. Mereka berangkat terburu-buru dan bertemu Temari yang langsung ikut bersama mereka. Setelah sampai di Suna, mereka mendapati Kankuro terkena racun mematikan oleh Sasori. Para ninja medis sudah menyerah kepada kondisi Kankuro mendapat berkah ketika tim Kakashi datang dan Sakura berhasil mentralisir racun yang ada di dalam tubuh Kankuro. Mereka lalu mencari keberadaan Akatsuki ditemani oleh nenek Chiyo. Ditengah-tengah perjalanan mereka dicegat oleh Itachi Uchiha. Pertarungan pun tidak bisa dihindarkan. Setelah mereka berhasil mengatasinya, akhirnya Naruto berhasil sampai ke persembunyian Akatsuki dan menerobos masuk. Tubuh Gaara yang sudah mati dibawa kabur oleh Deidara, salah satu anggota Akatsuki.
Naruto dan Kakashi mengejar Deidara, sementara Chiyo dan Sakura menghadapi Sasori.Sasori berhasil dikalahkan oleh Nenak Chiyo dan Sakura.Dia mati dengan cara ditusuk jantungnya oleh pedang yang di tusukkan oleh ke-2 orang tuanya(boneka).Naruto dan Kakashi lalu mengejar Deidara yang menaiki burung tanah liat membawa Gaara. Kakashi akhirnya berhasil memojokkan Deidara dengan menggunakan Mangekyou Sharingan miliknya. Naruto dengan segera menghajar Deidara habis-habisan, tetapi dia berhasil lolos. Tim Guy yang akhirnya bisa menyusul berhasil memojokkan deidara untuk kedua kalinya. Deidara yang kehabisan akal lalu meledakkan dirinya, yang ternyata klon tanah liat dan melarikan diri. Gaara yang sudah tidak terselamatkan, dihidupkan kembali oleh nenek Chiyo, dengan ganti nyawanya sendiri.

Pencarian Sasuke
Setelah pertempuran melelahkan melawan dua anggota Akatsuki, Naruto dkk. kembali ke Konoha. Kakashi yang tidak bisa bergerak akibat menggunakan Mangekyou Sharingan dirawat di rumah sakit dan digantikan sementara oleh juniornya, Yamato. Yamato, Naruto, dan Sakura menjadi tim baru, dan membutuhkan 1 orang lagi. Ternyata satu orang tersebut adalah Sai, yang pernah menyerang Naruto. Baik naruto maupun sakura tidak menyukainya karena mulutnya yang kasar dan sikap tidak berperasaannya. Tim Yamato lalu diberi misi untuk melakukan kontak dengan mata-mata Sasori di Jembatan Tenchikyou. Dalam perjalanan Naruto dan Sai terus bertengkar, keadaan ini diperburuk dengan insiden pemukulan oleh sakura. Yamato yang kesal karena tidak adanya kerjasama tim mengurung mereka bertiga dengan jutsunya, agar mereka akrab satu sama lain. Akhirnya mereka sampai di jembatan.
Tetapi penyamaran Yamato terbongkar dan terjadilah pertarungan antara Kabuto dan Orochimaru melawan tim Yamato. Naruto yang dilanda amarah melepaskan kekuatan kyuubi hingga ekor 4. Kekuatannya yang dahsyat membuat Orochimaru yang sudah sembuh kewalahan. Akhirnya Orochimaru mundur bersama Kabuto dan Sai yang berkhianat. Naruto yang masih mengamuk akhirnya berhasil ditenangkan oleh Yamato menggunakan kekuatan pohon miliknya. Naruto yang sudah sadar dinasihati oleh Yamato agar jangan terlalu bergantung pada kekuatan Kyuubi. Mereka lalu meneruskan perjalanan dan menemukan buku harian Sai yang agak aneh. Setelah mereka sampai ke persembunyian Orochimaru, mereka dihadang oleh Kabuto. Tanpa diduga, Sai membantu tim Yamato karena tergugah dengan ikatan antara Naruto dan Sasuke. Mereka lalu mencari Sasuke. Naruto bersama sai malah bertemu dengan Orochimaru, dan Naruto menyuruh Sai (yang misi utamanya adalah membunuh Sasuke) untuk mencari Sasuke. Setelah bertemu Sasuke, Sasuke malah menyerang Sai dan mengatakan pada Naruto bahwa diantara mereka sudah tidak ada ikatan. Orochimaru lalu menyuruh Sasuke dan Kabuto untuk menyingkir sementara waktu.

Konfrontasi Akatsuki
Setelah Naruto kembali dari persembunyian Orochimaru, dia menemui Kakashi di rumah sakit. Dia lalu diberi tahu bahwa dia bisa menjadi ninja yang amat kuat dengan metode latihan yang diberikan Kakashi. Dilain pihak, dua orang Akatsuki bernama Hidan dan Kakuzu menyerang kuil api desa Konoha dan menghabisi hampir semua pendeta disana. Naruto yang tidak tahu-menahu hal tersebut meneruskan latihannya. Pertama-tama dia harus bisa memotong daun menggunakan chakra miliknya. Setelah berhasil, dia lalu diberi ujian memotong air terjun yang dibuat oleh Yamato. Tidak berapa lama, dia mendengar berita kematian Asuma dan bertekad menjadi lebih kuat lagi dan menyelesaikan latihannya.
Naruto lalu memasuki tahap akhir latihan, memasukkan chakra angin miliknya kedalam rasengan. Awalnya dia kesulitan memasukkannya. Dia lalu menggunakan kagebunshin untuk membantunya memasukkan chakra miliknya. Setelah berhasil, dia lalu berangkat membantu tim Kakashi, Shikamaru, Chouji dan Ino menghadapi Hidan dan Kakuzu. Pertama-tama Naruto kesulitan mengenai musuhnya dengan rasenshuriken, jurus barunya karena putarannya yang melemah sebelum sampai ke musuh. Akhirnya dia berhasil mengenai Kakuzu dan membuatnya terkapar. Kakuzu akhirnya dihabisi oleh Kakashi. Kakashi mengatakan kalau Naruto benar-benar melampauinya dan penyebab tekadnya ialah keinginannya untuk menjadi lebih kuat dari Sasuke dan mengembalikannya ke Konoha.
Setelah mengetahui tujuan Sasuke yang sebenarnya, Naruto bertekad untuk menemui Itachi, berharap bertemu kembali dengan Sasuke kembali

Urbanisasi pasca lebaran

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

melihat gemerlapnya cara hidup orang kota dan kehidupan kota menarik minat orang desa untuk pergi ke kota. Mereka orang desa, ingin pergi ke kota karena dikota banyak hiburan, lapangan pekerjaan dan terlihat mudah mencari uang. Menurut saladin ( 1989 ), ada beberapa factor yang menjadi daya tarik bagi orang-orang desa pergi ke kota, yaitu :

1. Keadaan lingkungan dan kehidupan dikota lebih menyenangkan, antara lain tersedia pendidikan, tempat hiburan dan transportasi lancer.

2. Dikota lebih banyak lapangan pekerjaan.

3. Kota merupakan pusat aktivitas seperti hiburan, pusat kebudayaan dan pusat perdagangan.

Adanya daya tarik kota seperti yang disebutkan tadi, menyebabkan banyaknya penduduk desa pergi ke kota. Lebih-lebih hal ini didorong semakin berkurangnya lahan pertanian di desa (khusus pulau jawa) dan sempitnya lapangan pekerjaan di desa. Adanya kepergian penduduk dari desa ko kota untuk mengadu nasib bukanlah masalah manakala mereka mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh kota. Namun kenyataannya banyak diantara mereka dating ke kota tidak mempunyai keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, terpaksa mereka bekerja buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak dan pekerjaan lain yang sejenis. Bahkan mereka yang gagal mendapatkan pekerjaan yang sejenis itu menjadi tuna karya, tuna wisma dan tuna susila. Hal itu mendorong mereka melakukan perbuatan yang kurang baik, misalnya mendirikan gubug-gubug di pinggir rel kereta api, di daerah-daerah jalur hiaju dan di daerah bantaran-bantaran sungai/kali. Di sisi lain, urbanisasi menyebabkan pertambahan penduduk dikota semakin cepat. Hal itu mendorong dibukanya tempat-tempat perdagangan, perindustrian dan dikembangkannya fasilitas transportasi.

Dari gambaran diatas tidaklah salah kita mengatakan urbanisasi memiliki dampak negative dan dampak positif.

B. Pengertian

Pengertian urbanisasi yang sebenarnya menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia adalah, suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Selain itu dalam ilmu lingkungan, urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. Proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Pengertian pertama, adalah merupakan suatu perubahan secara esensial unsur fisik dan sosial-ekonomi-budaya wilayah karena percepatan kemajuan ekonomi. Contohnya adalah daerah Cibinong dan Bontang yang berubah dari desa ke kota karena adanya kegiatan industri. Pengertian kedua adalah banyaknya penduduk yang pindah dari desa ke kota, karena adanya penarik di kota, misal kesempatan kerja.

Pengertian urbanisasi inipun berbeda-beda, sesuai dengan interpretasi setiap orang yang berbeda-beda. Dari suatu makalah Ceramah Umum di UNIJA, yang dibawakan oleh Ir. Triatno Yudo Harjoko pengertian urbanisasi diartikan sebagai suatu proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah yang non-urban menjadi urban. Secara spasial. Hal ini dikatakan sebagai suatu proses diferensiasi dan spesialisasi pemanfaatan ruang dimana lokasi tertentu menerima bagian pemukim dan fasilitas yang tidak proporsional.

Pengertian lain dari urbanisasi, dikemukakan oleh Dr. PJM Nas dalam bukunya Pengantar Sosiologi Kota yaitu Kota Didunia Ketiga. Pada pengertian pertama diutarakan bahwa urbanisasi merupakan suatu proses pembentukan kota, suatu proses yang digerakkan oleh perubahan struktural dalam masyarakat sehingga daerah-daerah yang dulu merupakan daerah pedesaan dengan struktur mata pencaharian yang agraris maupun sifat kehidupan masyarakatnya lambat laun atau melalui proses yang mendadak memperoleh sifat kehidupan kota. Pengertian kedua dari urbanisasi adalah, bahwa urbanisasi menyangkut adanya gejala perluasan pengaruh kota ke pedesaan yang dilihat dari sudut morfologi, ekonomi, sosial dan psikologi.

Dari beberapa pengertian mengenai urbanisasi yang diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian urbanisasi adalah merupakan suatu proses perubahan dari desa ke kota yang meliputi wilayah/ daerah beserta masyarakat di dalamnya dan dipengaruhi oleh aspek-aspek fisik/ morfologi, sosial, ekonomi, budaya, dan psikologi masyarakatnya.

C. Urbanisasi dan Urbanisme

1. Arti Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Dengan demikian urbanisasi adalah suatu proses dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a. Terjadinya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota
b. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja non agraria di sektor sekunder (industri) dan sektor tersier (jasa);
c. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota
d. Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan mengenai segi ekonomi sosial, kebudayaan dan psikologis.
2. Sebab-sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada tiga hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi yaitu:
a. Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
b. Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota;
c. Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota, sebagai akibat perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja.
Proses urbanisasi akan menimbulkan akibat antara lain adalah:
a. Terbentuknya suburb
b. Makin meningkatnya tuna karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
c. Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
d. Lingkungan hidup yang sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan sosial memberi pengaruh yang negatif terhadap pendidikan generasi muda.
3. Usaha-usaha Menanggulangi Urbanisasi
a. Lokal jangka pendek
b. Lokal jangka panjang
c. Nasional jangka pendek
d. Nasional jangka panjang
4. Urbanisme
Dalam kepustakaan geografi pandangan seorang geografiwan terhadap “urbanisasi” ini ialah sebuah kota sebagai sesuatu yang integral, dan untuk memiliki pengaruh atau merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi dengan wilayah di sekitarnya.
Jadi dalam hal ini istilah atau pengertian urbanisasi dikaitkan dengan proses terbentuknya kota dan perkembangannya, sedang istilah “urbanisme” dikaitkan dengan perilaku hidup atau cara hidup di kota.

D. Arti dan konsep Urbanisasi

1.Urbanisasi Sebagai Gejala Geografis.

Dintinjau dari konsep keruangan dan ekologis, urbanisasi merupakan gejala geografis, karena : a)Adanya gerakan/perpindahan penduduk dari satu wilayah atau perpidahan penduduk ke luar wilayahnya. b)Gerakan/perpindahan penduduk yang terjadi disebabkan adanya salah satu komponen dari ekosistemnya berkurang/tidak berfungsi secara baik, sehingga terjadi ketimpangan dalam ekosistem setempat. c)Terjadinya adaptasi ekologis yang baru bagi penduduk yang pindah dari daerah asal ke daerah yang baru, dalam hal ini kota.

Dapat juga urbanisasi dipandang sebagai suatu proses dalam arti sebagai berikut :

1.Meningkatnya jumlah penduduk kota menjadi lebih menggelembung atau membengkak sebagai akibat dari pertambahan penduduk, baik oleh hasil kenaikan fertilitas penghuni kota maupun karena adanya tambahan penduduk dari desa yang bermukim dan berkembang di kota. 2.Bertambahnya jumlah kota dalam suatu negara atau wilayah sebagai akibat dari perkembangan ekonomi, budaya dan teknologi yang baru. 3.Berubahnya kehidupan desa atau suasana desa menjadi suasana kehidupan kota.Urbanisasi dapat menimbulkan beberapa permasalahan baik bagi kota maupun bagi desa. Secara umum dapat dikatakan bahwa keseimbangan hidup kota dan desa mengalami perubahan atau guncangan dengan adanya urbanisasi.

Konsep urbanisasi ini memiliki dua arti yaitu :

a.Urbanisasi dalam arti sempit, yaitu menyangkut pertambahan kota dan pentingnya kota terhadap kehidupan masyarakat. b.Urbanisasi dalam arti luas, yaitu menyangkut suatu proses sosiologi ekonomis yang mempunyai banyak segi. Usul pembagian ini adalah dari Pivovarov (1972). Pembagian ini hanya membedakan aspek kuantitatif dan aspek kualitatif yang sesungguhnya agak sukar dipisahkan. Dalam hal peranan kota dan penduduknya yang semakin penting fungsinya terhadap perkembangan daerah sekitarnya, sehingga pengaruh ini menarik penduduk desa, yang kemudian banyak terjadi perpindahan penduduk dari desa ke kota. Pandangan tersebut juga terdapat dalam salah satu definisi yang dikemukakan oleh Bintarto (1977) yaitu bahwa “urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari daerah pedesaan yang agraris ke daerah masyarakat perkotaan yang kegiatannya ada di bidang manajemen, perdagangan, manufaktur atau kegiatan lain yang sejenis”, dengan demikian peranan kota terhadap kehidupan desa lebih diperhatikan oleh defenisi urbanisasi. Urbanisasi ternyata memiliki dwi fungsi, disatu pihak sebagai daya tarik penduduk desa ke kota, di lain pihak berfungsi sebagai penyebar pengaruh cara hidup atau way of life. Dengan kata lain urbanisasi mempunyai sifat atau daya sentripetal dan sentrifugal.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Masyarakat Perkotaan, Aspek-aspek Positif dan Negatif
Apabila kita berbicara tentang masyarakat, terutama jika kita mengemukakannya dari sudut antropologi, maka kita mempunyai kecenderungan untuk melihat 2 tipe masyarakat:
Pertama, satu masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, yang belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal struktur dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagai satu kesatuan.
Kedua, masyarakat yang sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan modern sudah maju, teknologi maju, sudah mengenal tulisan,satu masyarakat yang sukar diselidiki dengan baik dan didekati sebagian saja.
1. Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain.
c. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
e. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
f. Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu yang teliti sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
g. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
2. Perbedaan desa dan kota
Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.
Ciri-ciri tersebut antara lain:
a. Jumlah dan kepadatan penduduk
b. Lingkungan hidup
c. Mata pencaharian
d. Corak kehidupan sosial
e. Stratifikasi sosial
f. Mobilitas sosial
g. Pola interaksi sosial
h. Solidaritas sosial dan
i. Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional
Meskipun tidak ada ukuran pasti, kota memiliki pendudukan yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa. Hal ini mempunyai kaitan erat dengan kepadatan penduduk, yaitu jumlah penduduk yang tinggal pada suatu luas wilayah tertentu, misalnya saja jumlah per KM2 (Kilometer persegi) atau jumlah per hektar.
3. Hubungan Desa-Kota, Hubungan Pedesaan-Perkotaan
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membuthkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu dikota , misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
4. Aspek Positif dan negatif
Untuk menunjang aktivitas warganya serta untuk memberikan suasana aman, tentram dan nyaman pada warganya, kota dihadapkan pada keharusan menyediakan berbagai fasilitas kehidupan dan keharusan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul sebagai akibat aktivitas warganya. Dengan kata lain kota harus berkembang,
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi:
a. Wisma
b. Karya
c. Marga
d. Suka
e. Penyempurnaan

B. Masyarakat Pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartohadikusuma mengemukakan sebagai berikut:
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri.
Menurut Bintarto desa merupakan perwujudan atau persatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di situ (suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedangkan menurut Paul H. Landis: Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
Dengan ciri-cirinya sebagai berikut:
1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa
2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
3. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti: iklim, keadaan alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.
Adapun yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan antara lain sebagai berikut:
1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas-batas wilayahnya.
2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian. Pekerjaan-pekerjaan yang bukan pertanian merupakan pekerjaan sambilan (part time) yang biasanya sebagai pengisi waktu luang.
4. Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencarian, agama, adat istiadat dan sebagainya.

C. URBANISASI DAN URBANISME
1. Arti Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Dengan demikian urbanisasi adalah suatu proses dengan tanda-tanda sebagai berikut:
a. Terjadinya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota
b. Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja non agraria di sektor sekunder (industri) dan sektor tersier (jasa);
c. Tumbuhnya pemukiman menjadi kota
d. Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan mengenai segi ekonomi sosial, kebudayaan dan psikologis.
2. Sebab-sebab Urbanisasi
Pada dasarnya ada tiga hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi yaitu:
a. Adanya pertambahan penduduk secara alamiah
b. Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota;
c. Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota, sebagai akibat perkembangan kota yang sangat pesat di berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan tersedianya kesempatan kerja.
Proses urbanisasi akan menimbulkan akibat antara lain adalah:
a. Terbentuknya suburb
b. Makin meningkatnya tuna karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap
c. Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
d. Lingkungan hidup yang sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan sosial memberi pengaruh yang negatif terhadap pendidikan generasi muda.
3. Usaha-usaha Menanggulangi Urbanisasi
a. Lokal jangka pendek
b. Lokal jangka panjang
c. Nasional jangka pendek
d. Nasional jangka panjang
4. Urbanisme
Dalam kepustakaan geografi pandangan seorang geografiwan terhadap “urbanisasi” ini ialah sebuah kota sebagai sesuatu yang integral, dan untuk memiliki pengaruh atau merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi dengan wilayah di sekitarnya.
Jadi dalam hal ini istilah atau pengertian urbanisasi dikaitkan dengan proses terbentuknya kota dan perkembangannya, sedang istilah “urbanisme” dikaitkan dengan perilaku hidup atau cara hidup di kota.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Manusia sebagai makhluk sosial tidak lepas dari sesamanya. Dalam hal ini masyarakat dibedakan menjadi; masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan. Antara masyarakat pedesaan dan perkotaan terdapat hubungan yang erat, ada saling membutuhkan, artinya Desa dapat memenuhi kebutuhan kita akan berbahan-bahan pangan dan tenaga dan tenaga kasar. Sedangkan kota menghasilkan barang-barang dan pelayanan di bidang jasa dan dibutuhkan di desa tetapi dapat di penuhi sendiri oleh warga masyarakat pedesaan, di samping itu kota merupakan tempat penampungan tenaga kerja yang tidak terserap lagi oleh lapangan kerja yang tersedia di pedesaan.
Masyarakat pedesaan dapat dibedakan dari masyarakat perkotaan dengan melihat faktor-faktor:
1. Jumlah dan kepadatan penduduk
2. Lingkungan hidup
3. Mata pencaharian
4. Corak kehidupan sosial
5. Statifikasi sosial
6. Mobilitas sosial
7. Pola interaksi sosial
8. Solidaritas sosial
9. Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional
Urbanisasi adalah proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. Dapat juga diartikan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Hubungan timbul balik antara kota dan desa tampak nyata dalam wujud urbanisasi. Di samping itu juga timbul gejala urbanisasi pada masyarakat pedesaan, yaitu sikap meniru cara gaya kehidupan kota.

B. Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Harjoko, TY.

Negara berkembang dan pola pemukiman

. bahan ceramah umum UNIJA. Jakarta. 1995Harjoko, TY.

Urbanisasi

. Diktat kuliah teori perencanaan pemukiman 2. Jakarta. 1995. Marbun, BN.

Kota Indonesia masa depan masalah dan prospek.

. Housing in third word countries, perspectives on policy and practice

. Australia. 1978.Nas, PJM. Diterjemahkan oleh Dra. Sukanti suryochondro.

Kota didunia ketiga, kota dalam berbagai kawasan, kebudayaan dan masa

. Jakarta. 1979PT cipta Adi Pustaka.

Ensiklopedia Nasional Indonesia

. Jilid 17. Jakarta. 1988.